Artikel Bin Baz

TAFSIR SURAT QURAISY (bagian 01)

Abu Bassam | Senin, 23 Januari 2017 - 08:49:14 WIB | dibaca: 2135 pembaca

Hanya Ilustrasi Mekah Jaman Dulu

oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوان



Kita lanjutkan dari tafsir Juz'amma, kita akan bahas surat Quraisy.

Para Imam-imam masjid rata-rata sudah menghapalkan surat ini.

Demikian juga kebanyakan kaum Muslimin telah menghapalkan surat ini (surat yang pendek), dimana Allah Subhanahu wa Ta'ala diawal surat ini berfirman:

 لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Oleh karenanya, sebagian ulama menyatakan surat ini dengan nama surat Quraisy dan sebagian lagi menyatakan surat ini namanya surat "Li ilafi Quraisy".

Sehingga ada dua nama yang terkenal dari surat ini, yaitu:

⑴ Surat Quraisy
⑵ Surat Li ilafi Quraisy

Surat ini adalah:

√ Surat Makkiyyah (dengan kesepakatan para ulama), diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam sebelum Nabi berhijrah ke kota Madinah.

√ Sebagian salaf menyatakan bahwasanya surat Al Fiil bersambung dengan surat Quraisy, karena pada mushaf sebagian salaf tidak ada pemisah antara surat Al Fiil dengan surat Quraisy.

Jadi:

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ # تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ # فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ# لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Langsung disambung tanpa ada pemisah antara surat Al Fiil dengan surat Quraisy.

Sementara jumhur ulama dan yang terdapat dalam mushaf Utsmani ada pemisah antara surat Al Fiil dengan surat Quraisy.

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Kemudian,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ - لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Sehingga kebanyakan jumhur ulama menyatakan bahwasanya surat Quraisy adalah surat tersendiri, bukan sambungan dari surat Al Fiil.

Dari sini juga ada khilaf diantara para ulama yaitu tentang penafsiran Li ilafi Quraisy, nanti akan kita jelaskan.

Disebutkan tentang Quraisy. Quraisy adalah kabilah yang paling mulia di Jazirah Arab.

Dalam hadits, Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ بَنِي كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ "

"Allah memilih dari keturunan Nabi Ismail (yaitu) Kinanah. Dan Allah memilih Quraisy dari Kinanah, dan Allah memilih dari Quraisy Bani Hasyim, dan Allah memilihku dari Bani Hasyim."

(HR Tirmidzi nomor 3605)

Quraisy adalah kabilah yang paling mulia di Jazirah Arab dan yang mengatur aturan yang ada di kota Mekkah sehingga Allah mengkhususkan penyebutan mereka dalam surat ini (surat Quraisy).

Diawal surat Allah mengatakan:

 لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Tentang "ilaf" ada  dua pendapat dikalangan para ulama:

⑴ Ada yang mengatakan dari alafah yang artinya tha'lif (persatuan), ijtima.

⑵ Ada yang mengatakan alifah artinya ijtiyat (kebiasaan).

Sehingga "li ilafi Quraisy" maknanya:

⑴ Karena persatuan orang-orang Quraisy yang tinggal di kota Mekkah dan mereka aman di kota Mekkah.

⑵ Karena kebiasaan mereka (orang-orang Quraishy) yang mereka mengadakan rihlah perjalanan tatkala dimusim dingin dan di musim panas.

Dari sisi lain ada dua pendapat di kalangan para ulama lagi, sebagaimana saya jelaskan:

⑴ Ada pendapat ulama yang mengatakan surat Al Fiil bersambung dengan surat Quraisy.

⑵ Jumhur ulama mengatakan surat Quraisy merupakan surat munfashilah (surat tersendiri), Al Fiil tidak bersambung dengan surat Quraisy.

Karenanya ada khilaf diantara para ulama tatkala Allah mengatakan :

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

"Demi persatuan Quraisy," atau, "Demi kebiasaan Quraisy."_

Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah mengatakan:

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

"Allah menjadikan tentara bergajah hancur dan mereka dihancurkan oleh burung-burung dengan lemparan batu-batu yang dilemparkan oleh burung-burung sehingga seperti daun-daun kering yang dimakan oleh ulat."

Kenapa?

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

"Karena Allah ingin menjaga persatuan orang Quraisy."

Orang yang ada di Mekkah dan ingin mengamankan mereka.

Atau agar Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka aman dalam kebiasaan dagang mereka tatkala mereka berdagang menuju ke negeri Syam atau ke negeri Yaman di musim dingin maupun di musim panas.

Ini merupakan pendapat. Namun pendapat ini, wallahu Ta'ala a'lam bi shawab, kurang kuat karena surat Quraisy terpisah dan tidak berhubungan dengan surat Al Fiil.

Oleh karenanya pendapat yang kuat,

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Berkaitan karena di situ Lam adalah harfu jar dia pasti punya mutaalafihi. Dalam bahasa Arab pasti ada kaitannya dengan jumlah yang kamilah (jumlah mufidah). Oleh karenanya pendapat para ulama yang kuat menyatakan ayat ini,

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Karena Allah telah memberikan persatuan (keamanan) bagi mereka (kaum Quraisy) oleh karenanya,

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

"Oleh karenanya hendaklah mereka menyembah pemilik rumah ini (pemilik Ka'bah)."

Jadi tafsiran yang benar, wallahu Ta'ala a'lam bi shawab,

Allah menyebutkan tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kaum Quraisy.

Diantaranya :

√ Allah membuat mereka bersatu.
√ Allah menjadikan mereka aman hidup di kota Mekkah.
√ Allah membuat mereka mudah untuk berdagang, mereka rihlah (kafilah dagang berjalan menuju negeri Syam atau Yaman).
√ Mereka mengadakan perjalan (berdagang) dimusim dingin yaitu mereka pergi ke negeri Yaman dan tatkala musim panas mereka pergi ke negeri Syam.

Kita tahu bahwasanya Mekkah sebagaimana Allah sebutkan dalam Al Quran merupakan:

بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ

"Lembah yang tidak ada tumbuhan sama sekali."

(QS Ibrahim: 37)

Itulah hakikat kota Mekkah. Sehingga kalau mereka tidak mengandalkan perdagangan, mereka tidak bisa hidup dikota Mekkah.

Kenapa?

Karena tidak ada tumbuhan, apa yang akan mereka makan?

√ Tidak ada tumbuhan
√ Tidak ada lautan
√ Tidak ada sungai

Oleh karenanya Allah sebutkan bahwasanya nikmat yang Allah berikan kepada mereka sehingga mereka bisa melangsungkan kehidupan di kota Mekkah.

Allah jadikan mereka sebagai kabilah yang kuat, kabilah yang dihormati oleh seluruh kabilah-kabilah yang lain, mengapa?

√ Karena kabilah Quraisy yang telah mengatur Ka'bah.
√ Karena kabilah Quraisy yang mengatur kota Mekkah.

Orang-orang (seluruh kabilah di Jazirah Arab) menghormati orang-orang Quraisy karena Ka'bah, mereka menghormati Ka'bah dan orang-orang yang mengatur Ka'bah (orang-orang Quraisy).

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala memudahkan mereka untuk mengadakan perdagangan. Mereka berdagang ke negeri Yaman dan Syam mengambil buah-buahan yang mereka sukai. Sehingga terjadi alur perdagangan di kota Mekkah. Makanan masuk dan keluar di kota Mekkah sehingga mereka bisa hidup.

Oleh karenanya Allah menyebutkan dalam surat ini, nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada orang-orang Quraisy yang mereka melakukan kesyirikan.

Maka Allah mengatakan:

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

"Maka hendaklah kalian bertauhid, sembahlah pemilik Ka'bah ini saja, jangan menyembah yang lain."

√ Kalian sudah diberikan kenikmatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
√ Kalian sudah diberikan ketenangan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
√ Kalian sudah diberikan keamanan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
√ Kalian diberikan penghormatan oleh kabilah-kabilah yang lain.

Maka hendaklah kalian menyembah pemilik Ka'bah ini saja (yaitu) Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Demikian wabillahi Taufiq

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

-------------------------------------------------
Via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0301

-------------------------------------------------
 
 



Berita Terkait