Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

TAFSIR SURAT AN NASHR

Abu Bassam | Rabu, 26 Oktober 2016 - 10:01:28 WIB | dibaca: 4186 pembaca

Oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وإخوان



Kita melanjutkan dengan tafsir surat An nashr

" إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ"

√ Surat ini adalah surat Madaniyyah artinya diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala setelah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam berhijrah ke kota Madinah.

√ Surat ini menjelaskan tentang kemenangan Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam dalam Fathu Mekkah kemudian Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam shalat 8 (delapan) raka'at di waktu dhuha sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di awal surat ini :

 إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

"Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan"

⇛ Al Fath disini sebagaimana penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah, seluruh ulama ('Ijma') yang dimaksud dengan Fath disini adalah Fathu Mekkah.

Fathu Mekkah yaitu saat Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam menaklukan fathu Mekkah, setelah 8 tahun beliau terusir dari kota Mekkah, kita tahu Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam berdakwah di kota Mekkah selama 13 tahun, siang dan malam beliau berdakwah akan tetapi orang-orang musyrikin Arab tidak menerima dakwah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam.

Akhirnya Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam diusir, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam harus berhijrah,

√ Meninggalkan Mekkah kota yang sangat dicintainya,
√ Meninggalkan tanah kampung halamannya,
√ Meninggalkan banyak nostalgia yang ada di kota Mekkah (rumah istrinya Khadijah, anak-anak nya dilahirkan di Mekkah)

Dan Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam mencintai kota Mekkah beliau rindu untuk selalu bisa beribadah di masjidil Haram dihadapan Ka'bah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan tetapi karena kedzaliman kesombongan dan keangkuhan orang-orang musyrikin mereka ingin membunuh Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam.

Bahkan mereka membuat sayembara,

"Barang siapa yang bisa membunuh Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam dan Abu Bakar akan mendapatkan ganjaran sekian dan sekian ratusan ekor unta".

Akhirnya Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam bersama Abu Bakar keluar (berhijrah) meninggalkan kota Mekkah yang dicintainya.

Dan Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam setelah terusir lama dari kota Mekkah akhirnya 8 tahun kemudian Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam kembali menaklukan kota Mekkah masuk dengan rahmat dan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang dikenal dengan Fathu Mekkah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan dalam ayat ini :

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

"Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan"


وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

"Dan engkau melihat orang-orang masuk dalam agama Allah, berkelompok-kelompok (berbondong-bondong)"

⇛ Jadi disebutkan oleh para ahli tafsir banyak kabilah-kabilah Arab yang menanti kemenangan Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam mengalahkan orang-orang kafir Quraishy.

Mereka mengatakan, "Kalau Muhammad berhasil mengalahkan kaumnya orang-orang Kafir Quraishy maka dia seorang Nabi (ini bukti dia seorang Nabi)".

Dan ternyata benar akhirnya Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam menaklukan kota Mekkah, akhirnya tatkala itu banyak kabilah-kabilah Arab masuk Islam dan membenarkan Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam sebagai Nabi.

Setelah itu kata Allah Subhanahu wa Ta'ala :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

"Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada Nya, Sesungguhnya dia adalah Maha penerima taubat"


Dan ini menakjubkan para hadirin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Subhanahu wa Ta'ala setelah menjelaskan tentang nikmat dan karunia kemenangan yang Allah berikan kepada Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, maka :

√ Allah menyuruh Nabi untuk bertasbih dengan memuji Allah, dan
√ Allah menyuruh Nabi untuk beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala


فَسَبِّحْ بِحَمْدِ

Fasabbih artinya :

√ Sucikanlah Allah Subhanahu wa Ta'ala dari segala bentuk kekurangan
√ Sucikanlah Allah Subhanahu wa Ta'ala dari segala bentuk kesyirikan


Bihamdi artinya :

Disertai dengan pengagungan dan pujian.

⇛Alhamdu dalam bahasa Arab artinya memuji, menyanjung disertai dengan pengagungan dan kecintaan.

Beda dengan Almadzhu

⇛Almadzhu artinya pujian dan sanjungan, tetapi kalau Almadzhu pujian (madzah) itu tidak mesti disertai dengan pengangungan dan kecintaan.

Contohnya :


→ Saya memuji bangunan, saya mengatakan bangunan ini indah, tidak berarti saya mencintai atau mengagungkan bangunan tersebut.

→ Saya mengatakan (misalnya) tembok ini, tembok yang bagus, bukan berarti saya mencintai tembok tersebut, bukan berarti saya mengagungkan tembok tersebut.

Tetapi kalau Alhamdu, Alhamdulillah saya memuji Allah, maka disertai dengan pengagungan dan kecintaan.

Dalam bahasa Arab dikenal dengan " Alhamdu"

Allah mengatakan :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ

"Dan sucikanlah Allah Subhanahu wa Ta'ala disertai dengan sanjungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala"

Jadi selain mensucikan Allah dari segala bentuk kesyirikan, mensucikan Allah dari segala bentuk kekurangan, sertakanlah dalam pensucian tersebut pujian-pujian terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.

وَاسْتَغْفِرْهُ

"Dan mintalah ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala"

Setelah turun surat ini Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam sering membaca dalam ruku dan sujudnya:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

Karena Allah mengatakan :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bertasbih dan beristighfar dalam ruku dan sujudnya mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (surat ini).

Kemudian Allah mengatakan :

 إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha penerima taubat"


Demikian, wabillahi taufiq

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
__________

via Group BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0203
 
 



Berita Terkait