Artikel Pondok Jamil

Pondok Jamilurahman

Realita: WASPADA RIBA DI BULAN RAMADHAN

Abu Bassam | Rabu, 14 Juni 2017 - 09:18:54 WIB | dibaca: 2214 pembaca

Dalam memahami riba, terdapat hadits yang menjadi kaidah utama dalam masalah ini.

dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

“Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, kurma ditukar dengan kurma, garam dibarter dengan garam, maka (1)takarannya harus sama dan (2)tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai.” (HR. Muslim 4147)


Berdasarkan hadits diatas, ada 6 komoditi ribawi, kemudian para ulama membagi menjadi 2.

 

 
KAIDAH TUKAR MENUKAR KOMODITI DI ATAS

> Jika tukar menukar itu dilakukan antara barang sejenis; spt beras dg beras, rupiah dengan rupiah, maka harus memenuhi 2 syarat:
1. tunai atau cash
2. nilainya harus sama


> Jika tukar menukar itu dilakukan dalam 1 illah, tapi beda jenis, spt beras dg kurma, dolar dengan rupiah, maka harus memenuhi 1 syarat, yaitu harus tunai atau cash.

> jika beda jenis dan illah maka tidak ada ketentuan. Boleh tidak tunai atau beda nilainya.

TUKAR MENUKAR RUPIAH

Jika seseorang ingin menukarkan uang 500rb dengan uang pecahan 5rb. Maka di sini masuk ke dalam kaidah pertama, yaitu penukaran barang sejenis yang disyaratkan harus sama nominalnya dan tunai.
Maka ketika menukarkan uang 500rb harus mendaptkan uang pecahan 5rb sebanyak 100 lembar. Jika mendapatkan kurang dari itu misalkan hanya 95 lembar atau 475rb. Maka ini riba. Dan hukumnya haram.

اللَّهُمَّ اكْفِنا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah cukupkanlah kami dengan yang halal dan jauhkanlah kami dari yang haram, dan cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”


oleh: Ustadz Andi Fahmi Halim, Lc حفظه الله تعالى

-----------------------------
Via Group WA Suara Al-Iman
 



Berita Terkait