Artikel Pondok Jamil

Pondok Jamilurahman

Nasehat: YANG DIMINTA ISTERI DARI SUAMI

Abu Bassam | Minggu, 04 Desember 2016 - 10:50:22 WIB | dibaca: 2114 pembaca

oleh: Ustadz  Nur Cholis Agus Santoso, M. Pd. I Ψ­ΩŽΩΩΨΈΩŽΩ‡Ω اللهُ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Saudaraku

Rumah Tangga bisa menjadi salah satu surga dunia, tempat penuh kebahagiaan, ketenteraman dan kenyamanan. Namun Rumah Tangga juga bisa berubah menjadi neraka yang membakar hati dan emosi, tak ada kebahagian yang diharapkan, atau ketentraman yang didambakan.

Saudaraku

Rumah Tangga yang baik bukan rumah tangga yang tidak pernah diterjang masalah, karena setiap rumah tangga pasti pernah mencicipi letupan konflik besar maupun kecil.

Meskipun demikian, tentunya kita berharap agar rumah tangga yang kita bina dijauhkan dari masalah, konflik dan lain-lainnya, kalaupun ada dan terjadi kita mengharapkan agar itu semua segera terselesaikan.

Untuk itu setiap pasangan, suami isteri harus memahami apa yang diinginkan dan didambakan masing-masing pasangan. Seorang suami harus memahami apa yang diinginkan isteri, seorang Isteri harus memahami apa yang diinginkan oleh suami.

Saudaraku, wanita terlahir dari tulang rusuk pria, Allah juga telah mentakdirkan wanita sebagai makhluk yang lemah, dengan kelemahan tersebut air mata sering mengalir di pipinya dengan mudah.

Saudaraku, banyak sekali harapan dan impian yang dimiliki isterimu dari dirimu, dia menginginkan agar engkau menjadi suami yang sempurna yang tidak memiliki celah dan kekurangan, dia juga sadar bahwa engkau tidak akan pernah menjadi sosok yang sempurna karena dirimu adalah manusia seperti dirinya.

Akan tetapi saudaraku ketahuilah, ada dua sikap yang harus engkau miliki, dua sikap ini merupakan dambaan dari setiap wanita, mereka berharap suami-suami mereka memilikinya. Dua sikap tersebut adalah :

1. TANGUNG JAWAB

Seorang laki-laki, jika dia telah menikahi wanita itu artinya dia memikul tanggung jawab baru, pernikahan bukan tanpa konsekuensi, pernikahan bukan hanya sekedar kenikmatan hidup berdua, namun pernikahan adalah tanggungjawab.

Seorang suami harus bertanggungjawab atas kebutuhan keluarga nya, dia harus memberikan penghidupan untuk isteri dan anaknya, memberikan makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Lebih dari itu, seorang suami juga bertanggung jawab atas perilaku dan akhlak isteri dan anak-anaknya, dia dituntut untuk membimbing, mengarahkan isteri dan anaknya agar menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan dengannya akan terbebas dari api neraka. Allah berfirman menjelaskan tanggung jawab suami.

يَا Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ†ΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†ΩΩˆΨ§ Ω‚ΩΩˆΨ§ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ΩΩΨ³ΩŽΩƒΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ‡Ω’Ω„ΩΩŠΩƒΩΩ…Ω’ Ω†ΩŽΨ§Ψ±Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΩ‚ΩΩˆΨ―ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ¬ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΨ©Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩƒΩŽΨ©ΩŒ ΨΊΩΩ„ΩŽΨ§ΨΈΩŒ شِدَادٌ Ω„ΩŽΨ§ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ψ΅ΩΩˆΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ Ω…ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ…ΩŽΨ±ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΩŠΩŽΩΩ’ΨΉΩŽΩ„ΩΩˆΩ†ΩŽ Ω…ΩŽΨ§ ΩŠΩΨ€Ω’Ω…ΩŽΨ±ΩΩˆΩ†ΩŽ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." [At Tahrim :6]

2. PENGERTIAN

Jika rumah tangga diibaratkan tatanan pemerintahan suatu negara, maka suami adalah kepala negara dan isteri adalah rakyatnya. Dan setiap kepala negara wajib untuk memperhatikan kondisi dan kebutuhan rakyatnya.

Wanita, dengan sifat kelemahannya tidak jarang harus memendam dan melupakan setiap keinginannya, karena dia tidak mampu untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Maka, dia mendambakan pasangan yang mengerti keadaan dirinya, mewujudkan keinginan dan kemauannya, memberi tanpa diminta serta memahami tanpa harus diadui.

Isteri juga sangat mengharapkan sang suami untuk memahami dirinya sebelum berucap meminta haknya dari isterinya, isteri memang diperintah untuk mentaati suami, namun suami yang bijak adalah suami yang tidak meminta apa yang belum bisa dilakukan isteri.

Dalam masalah jima', isteri wajib memenuhi panggilan suami apabila diajak ke tempat tidur, namun sebelum memanggil bukankah selayaknya sang suami memahami kondisi dan keadaan isterinya, karena jika panggilan itu keluar dan terucap sang isteri harus mentaati suaminya dan keengganan memenuhi panggilan suami adalah kedurhakaan serta dosa.

Oleh sebab itu wahai saudaraku, pahamilah dan mengertilah keadaan pasangan kita, jangan meminta sesuatu yang tidak bisa dipenuhi atau berat untuk dipenuhi oleh pasangan kita.

Semoga bermanfaat

__
via Group WA Suara Al-Iman



Berita Terkait