Artikel APU

Yayasan Atturots

Nasehat Syaikh Ali Hasan Dalam “International Conference Terorrisme and ISIS”

Abu Bassam | Selasa, 24 Maret 2015 - 10:05:19 WIB | dibaca: 2727 pembaca

JAKARTA  – Ulama Salafi asal Yordania Syaikh Ali Hasan Al Halabi di undang oleh pemerintah Indonesia untuk jadi pembicara pada acara seminar internasional tentang terorisme dan ISIS di Jakarta.

Acara dengan tema “International Conference Terorrisme and ISIS” ini  di gelar pada Senin (23/3/2015) di gedung Jiexpo Kemayoran Jakarta. Acara dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain Syaikh Ali Hasan, hadir sebagai pembicara adalah Gunaratna dari Singapura dan Angel M Rabasa dari Amerika Serikat.

Dalam penyampaiannya, Syaikh Ali Hasan mengatakan, keberadaan kelompok seperti ISIS sudah digambarkan jauh hari oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.  Mereka tentu tidak bisa menjadi wakil dari Islam.

Propaganda ISIS yang sering ditayangkan di media-media, murid senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani ini menilai, akan merusak citra Islam sendiri.

“Penayangan itu tidak masalah jika dilihat oleh orang yang sudah paham Islam, tapi akan sangat merugikan jika dilihat oleh orang yang tidak paham Islam,” ujarnya.

Bagi warga negara Indonesia yang telah bergabung dan terpengaruh ISIS, kata beliau, harus ada kerja sama seluruh elemen bangsa untuk memberantas pemikiran tersebut.

“Pemerintah, ulama dan para pakar harus bersama-sama memberantas pemikiran (terorisme) tersebut,” paparnya.

Syaikh Ali menyarankan agar penanganan pertama dilakukan kepada para pengikut yang masih baru terpengaruh pemikiran mereka.

“Untuk melawan pemikiran tersebut, bisa dilakukan dengan memengaruhi kembali pengikut pemula,” tegasnya.

Terhadap kaum muslimin yang sudah terjerumus dan bergabung ISIS, Syaikh Ali berharap agar mereka bisa kembali kepada keluarga dan menjadi warga negara yang baik.

“Nasihatku kepada mereka yang terjerumus pada ISIS, hendaklah dia kembali kepada keluarga dan tanah airnya agar menjadi warga negara yang baik,” harapnya.

Selain itu, beliau mengharap agar melepaskan ajarannya yang sesat dan menyimpang itu, sehingga masyarakat akan menerima, apalagi masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang penuh kasih sayang.

“Masyarakat akan menerima mereka, sebab masyarakat Indonesia adalah masyarakat muslim yang kasih sayang, penuh pengertian, akan cepat menerima dan  mudah melupakan hal yang telah melukai mereka. Semoga Allah memberi hidayah dan pertolongan kepada kita,” tandasnya.

Terlihat beberapa pejabat dan tokoh nasional pada acara tersebut seperti Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Tedjo Edi, Badrodin Haiti, Din Syamsuddin, Chairul Tanjung (CT) dan Megawati Soekarnoputri.

 

(sumber: gemaislam.com)

Redaktur: Budi Marta Saudin



Berita Terkait