Artikel Pondok Jamil

Pondok Jamilurahman

Nasehat: ANCAMAN BAGI PEMAKAN RIBA DALAM AL-QUR`AN

Abu Bassam | Kamis, 16 Februari 2017 - 08:05:51 WIB | dibaca: 3158 pembaca

Imam As-Sarkhasy -rahimahullah- berkata: Allah Ta'ala telah menyebutkan 5 hukuman bagi pemakan riba.

1⃣ Kesurupan setan karena gila.

Allah berfirman:

{‏الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ‏}‏‏.‏
 
"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila." (QS. Al-Baqarah: 275)

2⃣ Harta riba akan musnah

Allah berfirman:

{‏يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا‏}‏
 
"Allah memusnahkan riba." (QS. Al-Baqarah: 276)
Maksudnya adalah harta riba tersebut akan musnah, ada juga yang mengatakan hilangnya keberkahan, tidak dapat bermanfaat bagi dirinya dan keturunannya.

3⃣ Perang melawan Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman:

 ‏{‏فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِه‏}‏‏.‏
 
"maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya."  (QS. Al-Baqarah: 279)

4⃣ Kufur.

Allah berfirman:

‏ ‏{‏وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ‏}‏
 
"dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman." (QS. Al-Baqarah: 278)

Dan Allah setelah menyebutkan tentang riba juga berfirman:

‏{‏وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ‏}‏
 
"Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa". (QS. Al-Baqarah: 276)
Yaitu kafir karena telah menghalalkan riba, dan berdosa karena telah makan harta riba.

5⃣ Kekal di neraka
Allah berfirman:

 ‏ ‏{‏وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ‏}‏‏.‏
 
"Barangsiapa mengulangi (makan hasil riba), maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya".(QS. Al-Baqarah: 275)

📝 [Al-Mabsuth 12/109-110]

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

[Ya Allah cukupkanlah kami dengan yang halal dan jauhkanlah kami dari yang haram, dan cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu]


oleh: Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc Hafizhahullah

----------------------------------
via Group WA Suara Al-Iman



Berita Terkait