Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (Bag. 2)

Abu Bassam | Rabu, 24 Mei 2017 - 14:42:56 WIB | dibaca: 1338 pembaca

oleh: Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc Hafizhahullah

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ู„ู‡ ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุนููˆู’ุฐู ุจู„ู„ู‡ ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุงุŒ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‡ ููŽู„ูŽุง ู…ูุถูู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ูŽุง ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู.

Kita membahas tentang "Menyambut bulan Ramadhan".

Sebelum datang bulan Ramadhan ada beberapa perkara yang hendaknya kita lakukan.

Apa itu?

โ‘ด Mempelajari tentang fiqih puasa

√ Bagaimana fiqih puasa Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam?
√ Apa syarat-syarat wajib puasa?
√ Apa hukumnya puasa?
√ Bagaimana adab-adab berpuasa?

Ini penting kita pelajari.

Sehingga saat Ramadhan kita betul-betul paham, bagaimana kita bisa mendapatkan puasa yang besar disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ada orang ketika bulan Ramadhan datang dia tidak mau peduli tentang fiqih puasa, sehingga terkadang dia melakukan perbuatan yang sebetulnya bisa menghilangkan pahala puasanya.

Misalnya:

⇒Ada orang puasa tapi berdusta jalan terus

Dia berpuasa tetapi ghฤซbah dia tidak tinggalkan.

Sedangkan Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ุฒูู‘ูˆุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุจูู‡ู ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุญูŽุงุฌูŽุฉูŒ ููู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุนูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑูŽุงุจูŽู‡ู

"Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan terus mengamalkannya, maka Allah tidak membutuhkan puasa dia."

(Hadฤซts Riwayat Bukhari nomor 1903)

Orang yang tidak belajar puasa terkadang dia melakukan perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasanya.

Seperti:

Melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat.

Rasลซlullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda dalam riwayat Tirmidzi:

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽุจู ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ููŽุซู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ููŽู„ู’ุชูŽู‚ูู„ู’ : ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

"Bukanlah puasa itu sebatas menahan diri daripada makan dan minum, akan tetapi hakikat puasa itu menahan diri dari perbuatan lagwun (perbuatan yang tidak ada manfaatnya) dan dari ucapan-ucapan tidak baik?"

Orang yang sedang berpuasa biasanya suka ngabuburit. Ngabuburit itu biasanya orang pergi ke suatu tempat sambil menunggu waktu berbuka.

Mungkin kalau anak-anak silahkan saja, tapi bila orang dewasa menghabiskan waktu untuk hal-hal seperti itu, tidak bagus.

Hal seperti itu justru bisa mengurangi pahala ibadah puasa kita.

Sudah saya sebutkan tadi hadฤซtsnya bahwa hakikat berpuasa itu adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia, ternyata ketika kita sedang berpuasa, yang sia-sia saja disuruh untuk ditinggalkan apalagi yang sifatnya maksiat.

Bagaimana ustd saya suka main game, ketika main game waktu itu waktu puasa serasa cepat berlalu?

Memang terkadang orang menghabiskan waktunya supaya cepat berlalu dengan main game sampai berjam-jam. Akan tetapi main game itu tidak ada manfaatnya.

Lalu bagaimana?

In sya Allah kita bisa menghabiskan waktu dengan hal yang banyak manfaatnya, seperti membaca Al Quran, tadabur Al Quran atau duduk di majelis taklim atau kita melakukan perbuatan yang sifatnya bermanfaat.

Seperti:

Membantu orang tua, berbuat baik kepada manusia, apa saja yang sifatnya pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala walaupun yang paling ditekankan adalah membaca Al Quranul Karฤซm.

Ini akibat kita tidak paham tentang bagaimana puasa.

Sehingga akhirnya kita berpuasa hanya sekedar berpuasa saja tidak makan dan minum, ini puasa yang tidak bagus.

Makanya kata Ibnu Qudamah dalam kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin,

Bahwa puasa dilihat dari orang yang berpuasa itu ada 3 (tiga) tingkatan, yaitu:

• Tingkatan Pertama | Puasanya orang awam


Puasanya orang awam yaitu orang yang hanya sebatas meninggalkan makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Tetapi dia tidak meninggalkan perbuatan yang makruh, bahkan dia tetap melakukan hal yang maksiat.

• Tingkatan Kedua | Puasanya orang khusus

Puasanya orang khusus yaitu puasanya bukan hanya meninggalkan makan dan minum tapi dia tinggalkan juga perkara-perkara maksiat yang makruh yang bisa mengurangi pahala puasa kita.

• Tingkatan Ketiga | Puasanya orang khususnya khusus.


Puasanya orang khususnya khusus yaitu puasanya habis untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ini Subhanallah, hanya orang-orang yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kekuatan sehingga dia bisa melewati puasa dengan seperti itu.

Kewajiban pertama yang hendaknya kita lakukan sebelum bulan Ramadhan, adalah kita betul-betul mempelajari tentang fiqih puasa.


Bersambung kebagian 3 (tiga), In sya Allah

--------------------------------------
Via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)
 
 



Berita Terkait