Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

MANA YANG PERLU DIDAHULUKAN, PUASA ENAM HARI BULAN SYAWWAL ATAU QODHO PUASA RAMADHAN ?*

Abu Bassam | Sabtu, 08 Juli 2017 - 11:18:10 WIB | dibaca: 892 pembaca

Pertanyaan :
Apakah diperbolehkan bagi seseorang berpuasa enam hari di bulan syawwal sedangkan dia masih memiliki hutang puasa Ramadhan ? Saya pernah mendengar sebagian manusia membolehkan puasa syawwal walaupun masih memiliki hutang ramadhan, mereka berdalil dengan apa yang dilakukan Aisyah radiyallahu 'anha, beliau mengakhirkan membayar hutang puasa Ramadhan sampai datangnya bulan sya'ban, dan beliau (kemungkinan besar) juga melakukan puasa syawwal, karena beliau adalah sosok sahabat wanita yang yang bersemangat dalam melakukan ketaatan.

Jawaban :
Bismillah, alhamdulillah, was sholaatu was salaam ala Rasulillah wa 'ala aalihi wa ashabihi wa manih tadaa bihudaahu. Amma ba'du ;

Kami berpendapat tidak diperbolehkan bagi seseorang mendahulukan puasa syawwal (yang hukumnya sunnah), sebelum dia melunasi hutang puasa Ramadhan (yang hukumnya wajib), hal itu disebabkan karena dua hal ;

1. Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa puasa Ramadhan kemudian diikuti 6 hari di bulan syawal, maka dihitung seperti puasa satu tahun penuh"
[HR. Muslim]

Bagi orang yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, (baik itu karena sakit, safar, haid, nifas, dsb) maka tidak bisa dikatakan puasa syawwal yang dia lakukan mengikuti puasa Ramadhannya, (karena puasa Ramadhannya sendiri belum sempurna ) sampai dia membayar hutang puasa sebanyak hari yang dia tinggalkan.

2. Hutang seorang hamba kepada Allah lebih berhak untuk (segera dilunasi) , dan amalan yang (hukumnya) wajib lebih didahulukan untuk dikerjakan, dengan demikian sudah sepantasnya bagi seorang hamba untuk mengutamakan membayar hutang puasa ramadhan sebelum dia berpuasa enam hari di bulan syawwal.

Adapun yang dilakukan oleh Aisyah radiyallahu 'anha, ketika beliau mengakhirkan pembayaran hutang puasa Ramadhan sampai datangnya bulan sya'ban, karena beliau sibuk untuk berkhidmah kepada Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam.

[Dialihbahasakan secara ringkas dari situs resmi Syaikh Abdul Aziz bin Baz di www.binbaz.org.sa]

* permasalahan ini termasuk permasalahan yang diselisihkan oleh para ulama'.

-------------------------------------
Admin Grup Suara Al Iman
via Group Suara Al Iman Surabaya
 
 



Berita Terkait