Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

LARANGAN MENCELA, MELAKNAT DAN BERKATA KASAR SERTA KOTOR

Abu Bassam | Rabu, 08 Maret 2017 - 10:33:52 WIB | dibaca: 3467 pembaca

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwan dan Akhawat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Kita masuk pada hadits yang ke-22 dari hadits dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu secara marfu', Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَعَّانِ، وَلَا اللَعَّانِ، وَلَا الفَاحِشِ، وَلَا البَذِءِ

"Bukanlah seorang mu'min, orang yang suka mencela, orang yang suka melaknat dan orang yang suka berkata-kata kasar dan juga berkata-kata kotor."
 
‌(Hadits ini kata Al Hafizh Ibnu Hajar dihasankan oleh Imam Tirmidzi dan di shahihkan oleh Al Hakim dan Imam Ad Daruquthi merajihkan hadits ini, hadits yang mauquf)

Hadits ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian ulama menyatakan hadits ini marfu' (yaitu) diriwayatkan oleh Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam dan sebagian ulama mengatakan riwayatnya adalah mauquf (artinya) diriwayatkan dari shahabat (yaitu)  merupakan perkataan Ibnu Mas'ud dan bukan perkataan Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam.

⇒ Hadits ini, apakah dia mauquf atau marfu', namun maknanya benar.

Bahwasanya seorang mu'min tidak boleh membiasakan dirinya untuk طَعَّان (mencela orang lain) tetapi hendaknya dia membiasakan dirinya untuk mengucapkan kata-kata yang baik.

Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:

 وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

"Dan ucapkanlah kepada manusia dengan perkataan yang baik."

(QS Al Baqarah: 83)

Adapun seseorang yang membiasakan dirinya untuk:

√ Melaknat orang lain,
√ Mencela,
√ Mencari-cari aib orang lain,
√ Menjatuhkan orang lain,
√ Berkata-kata kotor,
√ Berkata-kata kasar.

⇒ Maka ini menunjukan dia bukan mu'min yang sejati, dia tidak sempurna imannya.

Karena Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam berkata, "Laisalmu'min" (bukanlah mu'min yang sempurna), ini menunjukan imannya rendah.

Karena imannya tidak bisa mencegah dia untuk berkata-kata kotor (berkata-kata kasar), berarti imannya dipermasalahkan.

Oleh karenanya, Ikhwan dan Akhawat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Seorang berusaha membiasakan dirinya untuk berkata-kata yang baik karena lisan ini berbahaya.

Bukankah dalam hadits yang mashyur dari Mu'adz bin Jabbal radhiyallahu Ta'ala 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam berkata kepada Mu'adz bin Jabbal:

كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا

"Tahanlah lisanmu."

Sehingga Mu'adz bin Jabbal bertanya:

 يَا رسولَ الله وإنَّا لَمُؤاخَذُونَ بما نَتَكَلَّمُ بِهِ؟

"Ya Rasulullah, apakah kita akan disiksa oleh Allah, karena ucapan kita?"


Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam berkata:

وَهَلْ يَكُبُّ الناسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟

"Wahai Mu'adz, bukankah yang menjerumuskan manusia dalam neraka jahannam, menjerumuskan mereka diatas wajah-wajah mereka kecuali akibat dari perbuatan lisan-lisan mereka?"


(Hadits riwayat Tirmidzi)

⇒ Lisan ini berbahaya maka jangan dibiasakan lisannya berkata-kata kotor.

Seorang yang bijak pernah berkata:

عود لسانك قول الخير تحظبه، ان السنا لما عودت لا يعتد

"Biasakanlah lisanmu untuk mengucapkan kata-kata yang baik, maka engkau akan meraih hal tersebut (artinya engkau akan terbiasa mengucapkan kata-kata yang baik), karena lisan itu tergantung apa yang engkau biasakan."

Kalau seorang terbiasa (membiasakan) berkata-kata baik, ini bisa dilatih, maka dia akan terbiasa mengucapkan kata-kata yang baik. kalau seseorang biasa menahan dirinya untuk tidak mencela orang lain maka lisannya akan terbiasa.

Tapi kalau dia biarkan lisannya, terbiasa untuk mencela, terbiasa merendahkan, terbiasa berkata kotor maka lisannya akan terbawa kepada hal tersebut.

Sebagian penyair pernah berkata:

احفَظْ لِسانَكَ أَيُّهَا الإِنْسانُ لا يَلْدَغَنَّكَ إِنَّهُ ثُعْبانُ

"Jagalah lisanmu wahai manusia jangan sampai engkau tersengat oleh lisanmu karena lisanmu adalah ular."

كَمْ في المقابِرِ مِنْ قَتيلِ لِسانِهِ كانَتْ تَهابُ لِقَاءَهُ الشُّجعانُ

"Betapa banyak orang dikuburan menjadi korban dari lisannya padahal sewaktu dia masih hidup dahulu dia ditakuti oleh orang-orang pemberani."


⇒ Artinya, ada orang hebat di dunia, ditakuti oleh orang, ternyata waktu dikuburan dia menjadi korban lisannya.

Kenapa?

Karena disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala karena dia menjadi korban lisannya sendiri, (dahulu didunia dia suka mencela, suka memaki, suka melaknat).

Oleh karenanya seorang harus berusaha untuk menjaga lisannya jangan sampai dia menjadi seorang yang suka melaknat dan mencela dan merendahkan orang lain, berkata-kata kotor.

Ini semua dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Wallahu Ta'ala A'lam bish Shawwab


oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahullah

-------------------------------------------------
via Group WA BiAS (BimbinganIslam.com)

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H22
-------------------------------------------------
 



Berita Terkait