Berita Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

KILAS BALIK: MASA ORIENTASI SANTRIWATI (MOS) BIN BAZ YOGYAKARTA

Abu Bassam | Senin, 24 Juli 2017 - 10:49:12 WIB | dibaca: 515 pembaca

YOGYAKARTA | BIN BAZ -- Sebanyak 35 santriwati Salafiyah Ula (setingkat SD) tahun ajaran baru mengikuti kegiatan Masa Orientasi Santriwati (MOS) yang berlangsung  tanggal 17-20 Juli 2017, jam 07.00-selesai WIB. Pengenalan tata cara hidup di pondok termasuk pengenalan terhadap lingkungan sekolah merupakan bagian dari agenda MOS  selama 4 hari yang melibatkan 26 ustadzah.

Pengenalan antarsantriwati dan ustadzah, begitu pula antarustadzah dan satriwati juga dilakukan sebagai wujud keakraban seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Islam Center Bin Baz khusus putri.

"Meski berupaya keras mempertahankan rajin sholat, para santriwati juga berkeinginan dapat mengaji,  mempunyai hafalan, dan berakhlak baik," ujar ustadzah Ummu Hanif                        

Selain memberikan pengarahan dan pengetahuan sekilas ponpes ICBB, lanjut Ummu Hanif, para ustadzah juga memandu dalam sesi tanya jawab.

Ada cerita menarik dari pengalaman santriwati ICBB, beber ustadzah Ummu Hanif. Salah seorang santriwati memilih pindah ke ICBB setelah melihat tetangga sebayanya sholat dan mengaji. Santriwati tersebut juga tertarik karena tetangga sebayanya memiliki kemandirian setelah mondok di Islamic Center Bin Baz.

"Banyak santriwati pindahan dari sekolah lain," ujar ustadzah Ummu Hanif.

Program unggulan Tahfidzul Qur'an menarik perhatian para wali santriwati untuk mendaftarkan putrinya di Salafiyah Ula ICBB. Harapan mereka kelak putri-purtinya menjadi hafidzah Qur'an yang bermanfaat bagi umat.

Menjadi anak yang sholihah merupakan harapan bagi para orang tua. Para wali santriwati berharap anak-anak dapat menegakkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup berdasarkan pemahaman orang - orang sholih terdahulu (salafush sholih).

Pentingnya kesadaran terhadap Al Qur'an menjadikan para orang tua memasukkan anak-anaknya ke ICBB. Ini terbukti dari jumlah santriwati yang terus meningkat setiap tahun.

"Para wali santriwati mengetahui ilmu Tahfidz sehingga mereka rela memondokkan anaknya ke ICBB," kata Ummu Aisyah.

Dari hasil kuisioner yang pernah dilakukan oleh ICBB, lanjut Ummu Aisyah, pemahaman wali santriwati terhadap ilmu Tahfizh semakin meningkat. Mereka menyadari pentingnya mempelajari Al Qur'an dan As Sunnah. 

"Akhir tahun ajaran ini banyak yang memiliki kesadaran pentingnya mempelajari Al Qur'an sehingga banyak yang memasukan putrinya ke lembaga Tahfizhul Qur'an di ICBB," katanya.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah kepada santriwati, di hari berikutnya, Selasa (18/7/2017) lalu, para santriwati juga diajak bermain di halaman sekolah.

Pengarahan pembelajaran Tahfidz juga dikenalkan kepada santriwati setelah hari pertama MOS. Salah satu pemandu MOS Ustadzah Aisyah memberikan penjelasan tentang tata tertib di halaqoh saat MOS berlangsung.

"Guna menyeragamkan santriwati, pihak ponpes juga melakukan pengukuran pembuatan seragam saat kegiatan berlangsung," kata Ustadzah Aisyah.

Pengukuran seragam sesuai kepantasan pakaian santriwati ini dilakukan untuk menyeragamkan identitas Ponpes Bin Baz bagian putri. Secara bergantian santriwati baru melakukan pengukuran secara bergantian.

Di hari berikutnya para santriwati juga diajak berkeliling naik kereta kelinci untuk mengetahui dan mengenal lingkungan di luar ponpes. Ditemani oleh sejumlah ustadzah, mereka santriwati terlihat sangat senang dan gembira.

"Rute yang dilewati adalah kampong-kampong di sekitar Desa Karanggayam," kata Ustadzah Aisyah.

Menjelang berakhirnya MOS, Kamis, 20 Juli 2017, para santriwati baru Kelas 1 mengikuti tes membaca, menulis, berhitung dan iqro di ruang Kelas 1 dan ruang Tahfidz. Sedangkan untuk Kelas 2-6 mengikuti beberapa tes mata pelajaran.


KONTRIBUTOR: ANITA
EDITOR: A.S. ADAM
IT: ABU BASAM



Berita Terkait