Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

KEMULIAAN SHAHABAT NABI SHALLALLAHU`ALAYHI WASSALAM (01)

Abu Bassam | Minggu, 12 Februari 2017 - 11:39:00 WIB | dibaca: 3932 pembaca

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوان


Diantara perkara yang mendasar dalam ajaran Islam, adalah mencintai para shahabat Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam.

Bagaimana kita tidak mencintai para shahabat  Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam, sementara Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji mereka dalam banyak ayat dalam Al Quran, pujian yang diabadikan dan dibaca terus hingga hari kiamat?

Diantaranya firman Allah Ta'ala:

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَـٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنٍ رَّضِىَ الله عَنۡہُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتٍ تَجۡرِى تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ أَبَدًا‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

"Dan orang-orang yang pertama kali masuk Islam, dari kalangan kaum Muhajirin dan kaum Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (bagaimana nasib merka ?), Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah dan Allah siapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal dalam surga-surga tersebut selamanya. Itulah kemenangan yang besar."

(QS At Taubah: 100)

⇒ Allah telah menjamin Muhajirin dan Anshar masuk surga.

Adapun orang-orang yang datang setelah mereka, untuk bisa masuk surga, untuk bisa diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah persyaratkan harus mengikuti:

√ Para Shahabat (kaum muhajirin dan kaum  anshar dengan pengikutan yang baik.

Kata Allah:

وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنٍ

"Dan orang orang yang mengikuti mereka dengan pengikutan yang baik."


Bagaimana kita tidak memuji suatu kaum? Bagaimana kita tidak mencintai suatu kaum, yaitu  shahabat Nabi?

Yang syarat masuk surga, harus mengikuti mereka dengan pengikutan yang baik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memuji mereka dalam ayat yang lain, yang Allah puji bahkan hati mereka.

Kata Allah:

لَقَدْ رَضِيَ الله عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

"Sungguh Allah telah ridha kepada kaum mu'minin (yaitu) para shahabat, tatkala mereka membai'at engkau, wahai Muhammad, dibawah sebuah pohon.

Maka Allah mengetahui isi hati mereka (para shahabat), maka Allah turunkan ketenangan bagi mereka, dan Allah memberikan ganjaran kepada mereka kemenangan yang disegerakan."

(QS Al Fath: 18)

Perjanjian tersebut terjadi dalam perjanjian Hudaibiyah.

Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

  لاَ يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ مِمَّنْ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

"Tidak seorangpun yang membai'at aku di bawah sebuah pohon akan masuk neraka."

(Hadits Riwayat At Tirmidzi nomor 3860)

Dan disebutkan dalam sejarah (sirah) Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam, ada sekitar 1400 orang shahabat yang membai'at Nabi di bawah pohon tersebut.

Demikian juga dalam ayat yang lain Allah berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

"Dan orang orang fuqara' yang mereka terusirkan (orang-orang Muhajirin) yang mereka terusirkan dari kampung mereka dan meninggalkan harta-harta mereka (pergi ke kota Madinah, untuk apa? Allah sebutkan niat mereka), demi untuk mencari karunia Allah dan mencari keridhaan Allah, mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka adalah orang orang yang imannya benar."

(QS Al Hasyr: 8)

Allah mentazkiyah, Allah menyebutkan bahwasanya mereka ikhlas. Mereka meninggalkan harta, meninggalkan kampung halaman demi untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Adapun kita, siapa yang bisa menjamin kita ikhlas?

Para shahabat telah dijamin keikhlasan mereka dalam Al Quran. Bahkan Allah beri predikat kepada mereka sebagai penolong Allah dan Rasul-Nya.  

Kemudian Allah tutup ayatnya, dengan firmanNya:

أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ

"Mereka adalah orang orang yang imannya benar."

Kemudian Allah berbicara, setelah muhajirin Allah berbicara tentang anshar.

Kata Allah:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan orang-orang (yang tinggal di kota Madinah) dan beriman sebelumnya mereka mencintai kaum Muhajirin dan mereka tidak mendapati dalam diri mereka rasa dengki dan hasad kepada kaum Muhajirin, bahkan mereka lebih mendahulukan kepentingan orang-orang Muhajirin daripada kepentingan diri mereka sendiri padahal mereka juga dalam kondisi butuh. Dan barangsiapa yang dijauhkan jiwanya (dijaga jiwanya dari rasa pelit dan tamak), sungguh mereka itulah orang orang yang beruntung."

(QS Al Hasyr: 9)

⇒ Disini Allah beri predikat kepada kaum Anshar dengan orang-orang yang beruntung.

Dalam ayat yang lain, ternyata Allah jelaskan para shahabat sudah dipuji oleh Allah bukan cuma dalam Al Quran bahkan dalam kitab-kitab terdahulu, dalam Taurat dan Injil Allah juga memuji para shahabat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مُّحَمَّدٌ۬ رَّسُولُ ٱللَّهِ‌ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ ۥۤ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَہُمۡ‌ۖ تَرَٮٰهُمۡ رُكَّعً۬ا سُجَّدً۬ا يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنً۬ا‌ۖ سِيمَاهُمۡ فِى وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ‌ۚ ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ‌ۚ وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ ۥ فَـَٔازَرَهُ ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ‌ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡہُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا (الفتح : ٢٩)

Perhatikan!

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ‌ۚ

"Muhammad adalah Rasulullah."

ِ‌ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ

"Dan orang orang yang bersama Muhammad (yaitu para shahabat)."

أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَہُمۡ‌ۖ

"Sikap mereka keras terhadap orang orang kafir dan berkasih sayang diantara mereka."

⇒ Bagaimana sifat para shahabat ?

تَرَاهمُۡ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنًا

"Kau dapati mereka para shahabat senantiasa ruku' dan sujud demi untuk mencari karunia Allah dan mencari keridhaan Allah."

Perhatikan, Allah puji mereka. Allah sebutkan mereka suka beribadah, mereka suka ruku' dan sujud.

سِيمَاهُمۡ فِى وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ‌ۚ

"Dan ciri wajah mereka ada bekas sujud."

 ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ‌ۚ

"Inilah perumpamaan para shahabat di kitab Taurat."

وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ

Adapun Perumpamaan para shahabat di Injil.

كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ  ۥ فَـَٔازَرَهُ  ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ

"(Perumpamaan pada shahabat dalam Injil adalah) seperti tunas yang ditanam kemudian tumbuhlah tunas tersebut kemudian membesar dan kokoh, menyenangkan penanamnya."

⇒ Siapa yang menanam? Ini ibarat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Seakan akan Nabi yang telah mendidik para shahabat dan berhasil pendidikannya sehingga menyenangkan Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam.

Kata Allah:

 لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ

"Allah menjadikan orang orang kafir benci kepada para shahabat."  

Oleh karenanya jangan sampai kita membenci para shahabat.

Karena Allah telah mengatakan:

 لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ

"Allah menjadikan para shahabat agar orang orang kafir benci kepada mereka."

(QS Al Fath: 29)

Oleh Karenanya Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan predikat yang luar biasa dalam Al Quran yang kita senantiasa membacanya.

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ

"Kalian adalah umat terbaik yang Allah keluarkan bagi manusia, (ummat terbaik)."

(QS Ali 'Imran: 110)

Bagaimana mereka bukan umat terbaik, guru mereka adalah Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam, Nabi terbaik, manusia terbaik, yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Oleh karenanya barangsiapa yang melihat:
 
√ Bagaimana ibadahnya para shahabat?
√ Bagaimana jihadnya para shahabat?
√ Bagaimana akhlaqnya para shahabat?

Mereka akan mendapati seakan-akan dongeng. Kalau tidak diceritakan dengan riwayat yang shahihah niscaya kita katakan:

"Itu semua hanyalah dongeng"

Siapakah yang pernah menyumbangkan hartanya seluruhnya?

Yaitu Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu Tabaraka Ta'ala 'anhu.

 جاء  بكل ما عنده

"Dia (Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu Tabaraka Ta'ala 'anhu), berinfaq dengan seluruh hartanya."

Bagaimana ada seseorang pernah memberikan setengah hartanya (Saad bin Rabi'), tatkala Saad bin Rabi' dipersaudarakan Nabi dengan Abdurrahman bin Auf.

Maka Saad bin Rabi' berkata, "Saya termasuk orang kaya di kota Anshar, saya akan membagi hartaku menjadi dua, setengah untukmu setengahnya lagi untukku."

Apa ada orang di zaman sekarang ini memberikan setengah hartanya untuk shahabatnya?

Jawabannya, "Tidak ada", mustahil!

Bahkan bukan cuma itu, dia mengatakan, "Saya punya istri lebih dari satu, kau lihat mana yang kau suka, saya akan ceraikan jika habis masa iddahnya, nikahi."

Tidak ada di zaman sekarang seperti ini!

Siapakah yang ibadahnya seperti Abbad bin Bishr  radhiyallahu Ta'ala 'anhu ?
 
Tatkala Abbad bin Bishr ditugaskan bergantian dengan 'Amr bin Yasir, pada waktu itu dia tidak sedang bertugas maka diapun shalat di malam hari.

Tiba-tiba datang anak panah mengenai tubuhnya, mengalirlah darah ditubuhnya dan dia melanjutkan shalatnya, datang anak panah kedua, mengalir lagi darah ditubuhnya.

Dia tetap melanjutkan shalatnya sampai datang anak panah yang ketiga. Dan dia masih terus melanjutkan shalatnya hingga selesai.

Maka para shahabat yang lain heran, mengapa engkau melakukan demikian?

Abbad bin Bisrh pun mengatakan, "Saya sedang membaca sebuah surat dan saya tidak ingin berhenti sebelum saya menyelesaikan surat tersebut."

Siapa yang ibadahnya seperti itu?

Siapakah yang seperti pada shahabat yang Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam pernah mengutus para shahabat dalam Ghazwa Mu'tah.

Perjalanan dari kota Madinah menuju Mu'tah, 1.100 kilometer (kira-kira sekarang). 3.000 pasukan dikirim oleh Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam menempuh perjalanan 1.100 kilometer,  sementara tatkala mereka sampai di sana musuh mereka dari pasukan Romawi berjumlah 200.000.

Bayangkan 3.000 disuruh lawan 200.000 !

Siapakah yang seperti para shahabat dalam perang Dzatur Riqa', para shahabat berjalan kearah timur kota Madinah ratusan kilometer, mereka bergantian naik unta, sampai akhirnya karena kekurangan kendaraan akhirnya sepatu (khuf-khuf) mereka robek, sehingga mereka harus membalut kain di kaki mereka untuk berjalan melewati kerikil padang pasir ratusan kilo sebelum bertemu dengan musuh.

Siapa yang bisa beriman seperti itu?

Oleh karenanya kita harus mengerti tentang keutamaan para shahabat

Kewajiban bagi kaum Muslimin, untuk berterimakasih kepada para shahabat yang telah berjuang dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka agar tersebarnya Islam diseluruh penjuru dunia.


سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك

--------------------------------------------------------------------------------
oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA Hafizhahulalh

Download audio: bit.ly/BiAS-FA-KhubahJumat-KemuliaanSahabatNabi-01
---------------------------------------------------------------------------------
 



Berita Terkait