Artikel Bin Baz

Islamic Centre Bin Baz

JANGAN BERSUARA MANJA

Abu Bassam | Selasa, 25 Agustus 2015 - 11:50:54 WIB | dibaca: 4316 pembaca

ilustrasi

Saat ini, banyak sekali wanita yang menjadi penyanyi atau artis. Disadari atau tidak, mereka telah mengeksploitasi tubuh dan suaranya demi mendapatkan materi. Mungkin mereka belum  tahu, bila suara wanita itu bisa mendatangkan fitnah bagi lelaki. Suara wanita itu tidak boleh diumbar. Jangankan untuk bernyanyi di depan umum—itu suatu hal yang sangat terlarang--, untuk bicara dengan lelaki saja, suara wanita harus diatur agar jangan terkesan terlalu lembut atau manja.

Seorang wanita hendaknya tidak bicara dengan laki-laki, kecuali dalam keadaan terpaksa. Jika Anda harus berbicara, janganlah berbicara dengan suara yang lembut atau manja. Allah Ta'ala telah memerintahkan kepada para istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Ummahatul Mukminin, agar mereka tidak tunduk dalam berbicara.
Allah berfirman,

يَانِسَآءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَآءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفًا

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Maksudnya, jangan kalian melembutkan suara dan jangan pula berbicara dengan suara yang lembek lagi lunak. Sebab, hal itu bisa membangkitkan syahwat kaum lelaki dan menimbulkan penyakit hati, sehingga membuat mereka berencana jahat  terhadap kalian dalam pembicaraan mereka.

Di antara ciri-ciri positif seorang wanita ialah jika ia membersihkan pembicaraannya dari gaya-gaya yang tidak terpuji tersebut kepada laki-laki selain suaminya. Apabila peringatan itu berlaku bagi Ummahatul Mukminin yang merupakan wanita-wanita yang suci lagi disucikan dari perkataan yang dilunakkan, maka yang demikian juga menjadi pelajaran dan nasihat bagi para wanita selain mereka di setiap zaman dan tempat.

Ucapan seorang wanita kepada para lelaki selain suaminya dengan suara lunak bisa membangkitkan syahwat, gairah seksual, dan akan mendatangkan kerusakan yang besar. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Waspadalah kalian terhadap dunia dan para wanita. Sesungguhnya, fitnah pertama kali yang menimpa Bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (Shahih Muslim no. 4925 dan Musnad Ahmad no. 10743).

Berlemah Lembut di Hadapan Suami dan Anak-anak

Larangan di atas tidak berlaku jika seorang wanita berbicara dengan suaminya. Ia justru disunahkan untuk berlemah lembut, melembutkan dan melunakkan suaranya, dan tidak ada larangan bila ia ingin bermanja-manja, sepanjang dilakukan untuk menjalin keharmonisan.

Demikian juga ketika berbicara dengan anak-anak, hendaknya diusahakan dengan berlemah lembut, karena hal tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Anak yang sering diajak berkomunikasi dengan lembut, insyaallåh akan tumbuh  sebagai anak yang berjiwa lembut dan santun.

sumber: Majalah FATAWA Vol IV No. 07



Berita Terkait