Artikel Stikes Madani

Stikes Madani

APAKAH IBU BERDOSA JIKA TIDAK MENYUSUI ANAKNYA?

Abu Bassam | Minggu, 23 Juli 2017 - 11:15:36 WIB | dibaca: 141 pembaca

foto: internet

Alhamdulillah, wash sholatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Telah tersebar di media sosial suatu gambar yang berisi hasungan untuk menyusui anak. Di gambar tersebut tercantum sebuah hadits yang sekilas berisi ancaman bagi ibu yang enggan menyusui anaknya. Berikut kutipan hadits tersebut.

“Kemudian aku dibawa pergi. Tiba-tiba aku melihat para wanita yang buah dadanya dilahap oleh ular-ular. Aku bertanya, “Ada apa dengan mereka itu?” Dijawab, “Mereka adalah para wanita yang menghalangi anak-anak mereka dari air susu mereka.” (HR. Ibnu Hibban, dinyatakan shahih oleh Al-Allamah Al-Albani dalam Shahihul Mawarid (no. 1509).

Akan tetapi yang unik ialah gambar tersebut diberi judul “Haram Memberikan Susu Buatan kepada Bayi tanpa Alasan Syar’i”. Sekilas, tulisan tersebut dapat menimbulkan kesan haram memberi susu buatan kecuali dalam keadaan darurat.

Di https://islamqa.info/ar/238779, yang dibina oleh Syaikh Shalih Al-Munajjid (diakses pada 18 Maret 2017) dibahas syarah hadits tersebut. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1986), Ibnu Hibban (7491), dan Al-Hakim (2837), dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (3951).

Disebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa penyusuan anak adalah hak yang harus ditunaikan oleh ibu. Hadits ini sekaligus berisi larangan para ibu menghalangi anaknya untuk mendapatkan air susu ibu (ASI). Akan tetapi larangan ini berlaku jika hal itu memberikan madharat bagi anak. Adapun jika ada alternatif lain seperti anak disusukan kepada ibu susu atau dicukupi dengan susu buatan, maka hal itu tidak mengapa.

Disebutkan pula bahwa boleh seorang ibu memenuhi kebutuhan anaknya dengan susu buatan jika memenuhi dua syarat:

(1) telah disetujui oleh suaminya,

(2) pemberian susu buatan tersebut tidak membahayakan anaknya.

Ulama Lajnah Daimah lil Ifta menyatakan, “Wajib bagi ibu untuk menjaga penyusuan anaknya, dan sebab-sebab kesehatannya; dan dia tidak boleh menggantinya dengan susu impor atau yang lainnya kecuali dengan ridha suaminya setelah bermusyawarah dalam hal itu; dan dengan syarat penggunaan susu impor tersebut tidak membahayakan anaknya.” (Fatwa Lajnah Daimah 7/21).

Demikian penjelasan ulama tentang makna hadits tersebut. ‘Ala kulli haal, menyusui anak merupakan sebuah amalan yang sangat utama. Besar pahalanya, dan besar pula manfaat yang akan didapatkan oleh anak. Akan tetapi, ulama menjelaskan bahwa terdapat kelonggaran bagi para ibu yang tidak dapat memberikan ASI bagi anaknya dengan syarat yang telah disebutkan. Inilah sebuah telaah sederhana, yang semoga dapat mengingatkan kita untuk bersikap bijak dan proporsional, khususnya dalam hal kewajiban penyusuan.

Wallahu a’lam.

afif a firdaus, S.ked
https://kesehatanmuslim.com/apakah-ibu-berdosa-jika-tidak-menyusui-anaknya/
 
 
Baca Juga:
 



Berita Terkait