Artikel Bin Baz

7 Tips Cantik: AGAR ISTRI BIJAK MENGELOLA KONFLIK

Abu Bassam | Minggu, 19 April 2015 - 08:25:27 WIB | dibaca: 3212 pembaca

Wanita adalah makhluk yang lebih halus dan lembut perasaannya, dan sering menimbang persoalan dengan perasaan. Itulah salah satu hal yang membuat seorang wanita lebih emosional menghadapi suatu masalah. Sifat tersebut juga berpotensi mendatangkan konflik dalam rumah tangga. Sebagai istri, seorang wanita harus bisa memenej perasaannya, agar bisa tetap berlaku bijak dan tidak emosional saat terjadi konflik dengan suami.

Sebuah rumah tangga tak akan lepas dari berbagai permasalahan. Karena itu, perhatikanlah selalu hal itu. Apalagi setan terlaknat selalu berusaha dengan segala cara untuk bisa masuk ke dalam kehidupan suami istri dan berusaha sekuat tenaga agar terjadi perpecahan serta menebarkan perselisihan dan permusuhan di antara keduanya.
Ingatlah firman Allah Subhanallahu wa ta'ala,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu...)" (Fathir: 6)

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka'..." (Al-Isra': 53)

Adanya berbagai persoalan merupakan suatu kemestian. Seorang istri dalam hal ini memiliki andil yang besar untuk memadamkan, menyalakan, atau bahkan menyebarkan api perselisihan. Suami Anda ibarat anak kecil, tetapi kadang Anda bersikap buruk dalam menanggapinya. Sementara Anda pun dalam menghadapi persolan juga menyikapinya dengan buruk. Sehingga semakin keraslah suara Anda terhadap suami.
Suara Anda yang keras merupakan salah satu tentara dari tentara-tentara iblis yang hanya akan menambah perselisihan dan membuat Anda semakin marah, meskipun Anda di pihak yang benar. Ketika perselisihan Anda dan suami memanas, diamlah dan jangan membantah dengan sepatah kata pun, hingga keadaannya menjadi normal dan tenang kembali.
Tatkala permasalahan terjadi, sudah sepatutnya Anda mengingat perkara-perkara ini:

1. RAHASIAKAN.

Jangan sampai ada orang yang tahu apa yang terjadi anatara Anda berdua, sekalipun orang yang paling dekat dengan Anda. Karena, hal itu memang harus ditutupi. Sementara kalau dibiarkan atau disebarkan, hanya akan memperuncing permasalahan.

2. INTROSPEKSI DIRI SENDIRI.

Lakukanlah hal ini sebelum melakukan langkah apa pun, dan jangan mengikuti hawa nafsu setan.

3. PERLAHAN-LAHAN DAN BIJAKSANA.
Saudariku, hal ini harus Anda lakukan ketika timbul permasalahan apa saja. Anda tak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Pernah terjadi suatu perselisihan antara suami dengan istri, yang karena masih dalam keadaan marah, si istri minta cerai dengan desakan yang sangat kuat.
Lalu, sang suami pun memintanya agar mengambilkan selembar kertas beserta pena untuk menulis apa yang diinginkannya. Si istri pun mengambil kedua benda tersebut. Akan tetapi, sang suami memintanya untuk menunda perceraian hingga keesokan harinya. Sang istri pun menyetujui permintaan ini. Namun ternyata, sebelum matahari bersinar pada keesokan harinya, keduanya telah bersepakat dan berdamai kembali. Kisah ini membuktikan bahwa betapa pentingnya sikap perlahan-lahan  dan bijaksana. (Dari Muqawwimat al-Sa'adah al-Zaujiyyah karya Syaikh Nashir bin Sulaiman Al-Umar).

4. ADAPTASI.
Anda harus senantiasa menuntun diri untuk beradaptasi dengan suami dan memperhatikan perbedaan tabiat serta tata cara berinteraksi. Jangan lari dari tabiat suami. Bila ia mempunyai tabiat yang buruk, cobalah menasihatinya sedikit demi sedikit dengan cara bijksana, agar tidak menyinggung perasaannya.

5. BILA SUAMI BERBUAT SALAH.
Alihkan pandangn mata dari kesalahan-kesalahan dan kekeliruannya, meskipun hal itu semakin bertambah atau terjadi berulang-ulang. Cukuplah Anda menyampaikan nasihat yang baik dan peringatan Rabbani yang bisa membesarkan jiwa serta membantunya mewaspadai kesalahan-kesalahannya.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَتُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللهُ لَكُمْ

"...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?..." (Al-Nur: 22)
Tentu kita suka jika Allah mengampuni kita. Hal itu, insyaallah akan diraih seorang istri, ketika ia memaafkan orang lain, khususnya suaminya. Dengan begitu, insyaallah, ia pun akan menghormati Anda, dan memaafkan Anda jika melakukan kesalahan dalam menunaikan haknya.

6. BILA KECEMBURUAN MELANDA.…
Cemburu itu sudah menjadi naluri dan sesuai dengan fitrah. Ia termasuk perkara paling indah yang dengannya suami istri bisa menjadi istimewa. Ia juga termasuk faktor-faktor yang dapat membahagiakan suami ketika mendapati Anda cemburu kepadanya. Dengan kecemburuan tersebut, ia bisa melihat bukti cinta Anda yang mendalam kepadanya.  
Namun, jangan cemburu berlebihan. Sebab jika berlebihan justru akan menyusahkan suami. Jangan sampai cemburu berubah menjadi keraguan yang bisa menghilangkan simbol keindahan dari sikap cemburu itu sendiri. Karena hal itu bisa mengakibatkan kehidupan kalian berdua menjadi susah. Maka dari itu, Anda harus menaruh kepercayaan kepada suami selama Anda mengetahui kesungguhannya dalam menaati Allah dan memelihara hukum-hukum-Nya.

7. BERMUSYAWARAH DENGAN ORANG-ORANG PANDAI DAN YANG MEMILIKI SPESIALISASI.

Seorang istri hendaknya senantiasa meminta nasihat dari orang-orang yang ahli dalam bidang ilmu fikih dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Sebab, di sisi mereka Anda akan mendapati ketentraman dan ucapan yang baik. Dengannya Anda bisa terbantu dalam membahagiakan suami serta menuntun kepada adab-adab yang harus Anda ikuti tatkala terjadi permasalahan.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang istri. Jika memang harus terjadi konflik dalam rumah tangga, semoga Anda dan suami bisa segera mengakhirinya dengan bijak.

sumber: Majalah FATAWA Vol IV No 07



Berita Terkait